Menjelang akhir tahun, harga kamar hotel mendadak naik tajam. Banyak wisatawan terkejut saat melihat tarif yang sebelumnya ramah di dompet berubah jadi dua atau tiga kali lipat. Fenomena ini bukan tanpa alasan — ada beberapa faktor ekonomi dan perilaku konsumen yang berperan di balik lonjakan harga tersebut.
1. Permintaan yang Meningkat Pesat
Liburan akhir tahun adalah periode puncak bagi industri pariwisata. Banyak orang cuti kerja dan anak-anak libur sekolah, membuat tingkat hunian hotel melonjak drastis. Dalam ekonomi, konsep supply and demand berlaku: ketika permintaan naik sementara jumlah kamar tetap, harga otomatis menyesuaikan ke atas. Hotel memanfaatkan momen ini untuk mengoptimalkan pendapatan dari okupansi yang hampir pasti tinggi.
2. Strategi Revenue Management Hotel
Sebagian besar hotel modern kini menggunakan sistem dynamic pricing, yaitu penetapan harga berdasarkan waktu, permintaan, dan perilaku pemesanan. Saat sistem mendeteksi peningkatan pencarian dan pemesanan untuk tanggal tertentu, algoritma otomatis menaikkan tarif. Tujuannya bukan sekadar mencari untung besar, melainkan menyeimbangkan antara okupansi maksimum dan keuntungan optimal.
3. Biaya Operasional yang Ikut Naik
Selama musim liburan, beban operasional hotel juga bertambah. Jumlah staf sementara meningkat, fasilitas perlu disiapkan lebih baik, dan berbagai kegiatan tematik seperti gala dinner atau dekorasi Natal menambah biaya. Naiknya harga kamar sebagian menutup biaya tambahan ini agar operasional tetap efisien dan layanan tetap prima.
4. Efek Psikologis “Moment of Celebration”
Liburan akhir tahun punya nilai emosional. Orang cenderung rela mengeluarkan lebih banyak uang demi menikmati momen bersama keluarga atau pasangan. Hotel memahami nilai psikologis ini dan menyesuaikan harga untuk mengimbangi meningkatnya willingness to pay tamu — atau kesediaan membayar lebih untuk pengalaman yang berkesan.
5. Keterbatasan Alternatif Menginap
Meskipun banyak pilihan akomodasi seperti homestay atau apartemen sewa harian, sebagian besar wisatawan masih memilih hotel karena kenyamanan dan kemudahan fasilitasnya. Saat permintaan di semua segmen meningkat, pilihan yang tersisa semakin sedikit, sehingga harga naik secara alami di seluruh pasar.
Tips: Cara Cerdas Menghemat di Musim Liburan
- Pesan lebih awal:
Tarif biasanya masih stabil dua hingga tiga bulan sebelum puncak liburan.
- Manfaatkan program loyalti:
Banyak hotel memberikan harga khusus bagi anggota.
- Pertimbangkan lokasi alternatif:
Menginap sedikit lebih jauh dari pusat wisata bisa menghemat biaya hingga 30%.
- Gunakan aplikasi pembanding harga:
Beberapa platform memberikan notifikasi jika harga turun.
Liburan akhir tahun memang waktu terbaik untuk melepas penat, tapi memahami alasan di balik kenaikan harga akan membantu kamu merencanakan perjalanan dengan lebih bijak dan tetap bisa menikmati momen tanpa harus khawatir dompet jebol.
Oleh : Andra Sakti

