Drama Beda Harga: Mengapa Tamu Walk-in Sering Bayar Lebih Mahal Dibanding Tamu Online?

Salah satu pertanyaan yang paling sering muncul dari tamu hotel adalah: “Mengapa harga di aplikasi (Online) lebih murah dibandingkan jika saya datang dan bayar langsung di resepsionis (Walk-in)?”

Bagi orang awam, ini sering dikira sebagai ketidakkonsistenan manajemen atau bahkan “permainan” harga yang merugikan. Namun bagi pemilik hotel, perbedaan harga ini adalah bagian dari strategi bisnis yang wajar dan terencana. Mari kita bedah alasannya dari sudut pandang operasional, tantangan mengelola puluhan aplikasi sekaligus, dan bagaimana teknologi membantu menyeimbangkannya.

Beda Jalur, Beda Cara Main

Perbedaan harga terjadi karena karakteristik tamu di kedua jalur ini sangat berbeda secara fundamental:

  • Jalur Online (OTA): Di aplikasi seperti Traveloka, Booking.com, atau Tiket.com, hotel Anda bersaing ketat dengan ratusan hotel lain dalam satu layar ponsel calon tamu. Untuk memenangkan persaingan ini, hotel menggunakan sistem “Harga Dinamis”. Harganya bisa naik-turun setiap jam tergantung sepi atau ramainya permintaan pasar. Selain itu, harga di aplikasi sering terlihat lebih murah karena adanya subsidi promo, diskon tanggal kembar, atau program loyalitas aplikasi tersebut.
  • Jalur Walk-in (Datang Langsung): Tamu yang datang langsung ke hotel biasanya memiliki kebutuhan mendesak. Mereka butuh kamar saat itu juga dan sudah berada di lokasi. Karena faktor urgensi ini, hotel biasanya menerapkan “Harga Normal” (Publish Rate). Ini adalah harga standar hotel tanpa potongan diskon, yang memberikan margin keuntungan lebih besar (Net Revenue) bagi hotel karena tidak perlu membayar komisi 15-20% ke pihak aplikasi ketiga.

Strategi “Jatah Kamar” (Allotment)

Pernah melihat situasi di mana aplikasi tertulis “Kamar Penuh”, tapi saat ditanya ke resepsionis ternyata masih ada? Ini bukan kesalahan sistem, melainkan sebuah strategi.

Hotel sering menerapkan strategi Penjatahan (Allotment). Manajemen sengaja tidak menjual 100% inventaris kamarnya di online. Sebagian kamar disimpan khusus untuk tamu Walk-in, tamu korporat, atau VIP yang datang mendadak. Tujuannya agar hotel tidak kehilangan peluang mendapatkan tamu yang datang langsung dengan harga normal tersebut, sekaligus menjaga ketersediaan aset fisik jika terjadi kerusakan kamar mendadak.

Tantangan Hotel dalam Mengelola Multi-Platform

Ini adalah bagian yang jarang diketahui orang luar. Hotel zaman sekarang tidak hanya bekerja sama dengan satu aplikasi. Rata-rata hotel terdaftar di 5 hingga 10 Online Travel Agents (OTA) sekaligus, mulai dari Traveloka, Tiket.com, Agoda, Booking.com, PegiPegi, hingga Expedia.

Bayangkan kerumitannya: Jika ada satu tamu Walk-in masuk dan memesan kamar terakhir tipe Deluxe, resepsionis harus buru-buru membuka 10 website extranet OTA yang berbeda untuk menutup penjualan di sana satu per satu.

Melakukan ini secara manual adalah pekerjaan yang mustahil, melelahkan, dan sangat rentan kesalahan manusia (human error).

Solusi Otomatisasi: Channel Manager Hotely

Untuk mengurai kerumitan pengelolaan banyak platform ini, hotel modern membutuhkan sistem yang terintegrasi penuh. Di sinilah peran Property Management System (PMS) seperti Hotely menjadi kunci.

Hotely memiliki fitur Channel Manager Integration yang berfungsi sebagai “jembatan otomatis” antara resepsionis hotel dengan seluruh dunia digital.

  • Satu Pintu untuk Semua OTA: Hotely telah terintegrasi dengan Bookandlink, sistem yang menghubungkan properti Anda ke berbagai OTA global dan lokal sekaligus. Saat resepsionis melakukan check-in tamu Walk-in, sistem Hotely secara otomatis mengurangi stok kamar di seluruh channel penjualan dalam hitungan detik. Ini menjamin sinkronisasi transaksi antar platform yang akurat.
  • Update Harga Real-Time: Mau menaikkan harga karena High Season? Anda tidak perlu login ke 10 website berbeda. Cukup ubah harga di dashboard Hotely, dan harga di seluruh platform promosi akan terupdate otomatis.
  • Laporan Segmentasi: Hotely juga membantu Anda memantau performa tiap channel. Seperti yang ditunjukkan pada Halaman 27 (Daily Revenue Report), Anda bisa melihat data spesifik pada kolom “OTA LIST” untuk membandingkan pendapatan dari Online Travel Agent vs Walkin. Data ini membantu Anda memutuskan: “Mana yang lebih cuan bulan ini? Tamu Agoda atau Tamu Walk-in?”

Kesimpulan

Perbedaan harga antara Walk-in dan Online bukanlah bentuk kecurangan, melainkan strategi distribusi untuk memaksimalkan pendapatan. Namun, strategi ini hanya akan sukses jika didukung sistem yang mampu mengelola puluhan kanal promosi secara otomatis. Dengan integrasi Hotely, pengelolaan harga dan stok kamar di berbagai platform menjadi akurat, efisien, dan bebas dari drama double booking.

Keywords: Walk-in vs Online Booking, Channel Manager Hotel, Online Travel Agent, PMS, Perbedaan Harga Hotel

More To Explore